//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

Jagawana.com

This is how blogs should be.

7 Fakta Unik Tentang Kehidupan Suku Baduy yang Pasti Belum Pernah Kamu Tau!

Dari Sabang sampai Merauke, berbagai macam suku dan budaya sudah berada sejak ratusan tahun yang lalu di bumi pertiwi. Salah satunya ada Suku Baduy yang berada di Provinsi Banten. Suku Baduy memang merupakan salah satu suku yang mempertahankan nilai dan adat-adat leluhurnya. Mereka sedikit terisolir dari dunia luar dan hidup mandiri tanpa sentuhan teknologi.

Bukan tanpa alasan mereka mengasingkan diri dari hiruk-pikuk dunia luar, tapi mereka berusaha menjaga adat dan budaya yang telah diturunkan oleh leluhur mereka agar nilai-nilai budaya Suku Baduy tetap terjaga. Tapi bukan berarti mereka menutup diri sama sekali dari orang luar, mereka masih bisa diajak berinteraksi dan mengobrol seperti warga desa pada umumnya. Namun, tetap mematuhi pada aturan adat yang berlaku.

Suku Baduy terbagi menjadi dua, Suku Baduy Luar dan Suku Baduy Dalam. Letak perbedaan di antara keduanya yaitu kalau Baduy Luar sudah membaur dengan masyarakat luar, bahkan ada beberapa yang sudah menggunakan elektronik, walaupun tidak semuanya. Sedangkan Baduy Dalam benar-benar murni menjaga aturan yang diturunkan nenek moyang mereka, seperti dilarang menikah dengan orang di luar Baduy, tidak menggunakan kendaraan, tidak menggunakan elektronik dan sebagainya. Nah, ternyata ada beberapa fakta unik tentang suku asli Banten ini yang belum banyak orang tau. Berikut 7 fakta unik tentang Suku Baduy.

1. Perjodohan masih berlaku di Suku Baduy

Layaknya kisah Siti Nurbaya, Suku Baduy masih menganut perjodohan. Para orang tua akan menjodohkan anaknya dengan sesama Suku Baduy. Ketika anak perempuan di Suku Buduy sudah menginjak usia 14 tahun, orang tuanya akan langsung mencarikan sosok lelaki dari Suku Baduy Dalam untuk dijodohkan. Namun, orang tua laki-laki dari Baduy Dalam bebas memilih mana yang cocok untuk dinikahkan dengan anaknya.

Jadi gak ada tuh yang namanya nyari jodoh lewan Facebook atau Tinder. Semuanya sudah diatur oleh orang tua. Namun, Baduy Luar sudah ada yang menikah dengan orang di luar Suku Baduy.

2. Memiliki cita-cita yang sederhana

Kesederhanaan orang Suku Baduy bukan hanya dari gaya hidupnya saja, melainkan cita-cita mereka pun bisa dibilang sangat sederhana dan mulia. Para orang tua dari Suku Baduy berharap anak-anaknya memiliki cita-cita sebatas membantu orang tuanya berladang. Gak lebih dari itu. Jadi gak ada orang tua di Baduy yang pengen anaknya jadi bartender atau jadi stand up comedian. Para orang tua berharap ingin anaknya membantu orang tua bercocok tanam.

3. Warna pakaian

Mungkin kamu masih bingung membedakan mana Baduy Luar dan mana Baduy Dalam? Cara membedakannya hanya dari pakaian yang mereka kenakan. Baduy dalam menggunakan baju putih dan kepala ikat putih, sedangkan pakaian Baduy Dalam berwarna hitam dan biru gelap. Kamu gak akan nemuin orang Baduy yang memakai baju Cubitus atau baju 3second. Semuanya serba polos.

4. Pu’un sudah dianggap presiden bagi warga Baduy Dalam

Setiap Suku di dunia, tentunya memiliki ketua suku atau ketua adat. Begitu pun dengan Suku Baduy memiliki kepala adat dengan sebutan Pu’un. Pu’un memiliki tingkat derajat yang lebih tinggi dibanding warga lain. Pu’un memiliki wewenang untuk mengatur kapan harus tanam dan kapan harus panen. Orang sakit di Suku Baduy pun dibawa ke Pu’un untuk diobati. Hanya warga-warga Baduy tertentu yang bisa bertemu Pu’un.

5. Larangan berkunjung selama tiga bulan

Walaupun warga Baduy bukan beragama muslim, namun mereka juga melakukan puasa tiga kali selama satu hingga tiga bulan berturut-turut. Kegiatan puasa ini disebut juga dengan “Kawalu”. Ketika sedang melaksanakan Kawalu, orang-orang dari luar dilarang memasuki wilayah Baduy Dalam, hanya boleh ke Baduy Luar, tapi itu pun dilarang menginap.

Mereka menganggap bahwa Kawalu adalah kegiatan adat yang sakral dan tidak boleh mendapat gangguan dari orang luar. Selama Kawalu, orang Baduy memanjatkan doa untuk para nenek moyang agar selalu diberi keselamatan dan kesejahteraan.

6. Ayam adalah makanan yang sangat mewah

Mungkin buat kita, ayam adalah komponen lauk yang paling sering kita makan sehari-hari. Namun, tidak demikian untuk warga Suku Baduy Dalam. Walaupun banyak ayam yang berkeliaran di sekitar kampung, mereka hanya menyantap ayam satu bulan sekali atau pada saat upacara adat. Jadi, jangan harap kamu bakal bisa pesen ayam KFC kalau nginep di daerah Baduy.

7. Peralatan mandi dari alam

Ketika berkunjung ke daerah Baduy Dalam, jangan harap kamu bisa mandi dengan peralatan mandi yang biasa digunakan. Untuk memasuki Baduy Dalam, kamu dilarang membawa odol, sikat gigi, sampo, bahkan sampai sabun sekalipun. Warga Baduy sangat menghargai alam, mereka tidak ingin lingkungannya tercemar oleh bahan kimia yang dibawa oleh orang luar.

Untuk peralatan mandi, orang Baduy biasa menggunakan batu yang digosok-gosokkan ke seluruh badan. Dan sabut kelapa menjadi sikat gigi mereka.

Suku Baduy memiliki caranya sendiri dalam menikmati hidup. Tak perlu namanya teknologi canggih, baju dengan merek terkenal, atau sepatu kulit yang mengilap. Tanpa itu semua mereka sudah hidup bahagia, rukun, tenteram. Segala sumber daya alam yang mereka butuhkan, semuanya ada di sekitar mereka. Jadi, masihkah kamu mengeluh dengan kehidupan yang sudah serba ada?

Makan AyamAlamGadisKumpulLuar DalamSungaiAmanat

Sumber: Yukepo.

Klarifikasi

Foto-foto yang tercantum di website ini sebagian hanyalah berfungsi sebagai ilustrasi dan tidak ada hubungannya dengan berita yang dimuat. Bila anda keberatan terhadap suatu foto, silakan hubungi kami.
Blog nirlaba ini diberdayakan oléh idCloudHost, server berbasis SSD Linux performa tinggi | Testimonial | Hubungi Kami