//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

Jagawana.com

This is how blogs should be.

Jangan Marahi Kasir Mini Market

Di média sosial sedang ramai diperbincangkan tentang uang kembalian yang kurang saat kita membayar di kasir mini markét (misalnya Alfamart dan Indomaret). Ada yang menanyakan ke mana uang yang didonasikan itu disumbangkan. Ada pula yang mempermasalahkan prosédurnya. Pada tulisan ini saya tidak akan ikut beropini karena di luar sana sudah banyak yang bagus. Saya akan memandang dari sisi kasir, pegawai kecil yang umumnya adalah lulusan SMA/SMK dan dari kalangan ékonomi menengah ke bawah.

Setiap satu bulan sekali, pegawai Alfamart dan Indomaret lembur sampai pagi untuk melakukan pencocokan antara barang yang terjual dengan uang yang masuk. Meréka menamakan “Stock Opname”. Di supermarkét besar —misalnya Carrefour atau Hypermart— meréka menyebutnya “Inventory”. Tidak seperti di supermarkét Besar, di mini markét jika ternyata ada selisih, maka kekurangan ini ditanggung oléh seluruh karyawan toko, mulai dari Kepala Toko, Kasir, sampai Pramu. Bentuknya adalah pemotongan gaji. Pada toko-toko yang sering terjadi pencurian, pemotongan gaji ini bisa mencapai ratusan ribu rupiah perbulan. Uniknya, Pemilik Toko yang ékonominya lebih baik dari pada karyawannya, justru tidak ikut menanggung kerugian ini.

Saya pernah menemui kejadian, seharusnya uang kembalian adalah Rp 300. Tapi karena kasir tidak mempunyai uang récéh Rp 200 dan Rp 100, maka dia memberikan Rp 500. Orang awam mungkin menduga, selisih Rp 200 itu ditanggung oléh toko. Padahal itu adalah uang pribadi kasir. Di akhir jam kerjanya, kasir harus menyetor uang sesuai yang tercatat di komputer. Bila kurang, kasir harus nombok.
Karena itulah, jika saya menemui kejadian seperti ini, saya cepat-cepat bilang, “Nggak usah Néng. Kembaliannya buat kamu saja.”
Memberikan tips seperti ini, sama seperti kita memberikan tips ke tangan pelayan pizza atau ke tangan room boy di hotél, yaitu untuk dirinya pribadi. Anggap saja ungkapan rasa terima kasih dari kita karena meréka sudah memberikan pelayanan yang baik, padahal mungkin saja di balik keramahannya ini si kasir sedang “nge-long” (istilah untuk kerja maraton: Kemarin masuk siang pulang jam 22:30 lalu hari ini masuk pagi sehingga hanya punya waktu sedikit untuk tidur).

Kembali ke pokok pembicaraan. Menurut saya, langkah yang paling bijak adalah mengubah sistem, yaitu yang harus dibayar oléh konsumén dibulatkan ke bawah mendekati kelipatan Rp 500-an terdekat, sehingga kekurangan ini ditanggung oléh Pemilik Toko. Jangan dilimpahkan ke kasir, apalagi membiarkan kasir sebagai bidak untuk dimarahi konsumén. Istilahnya, masyarakat vs pemilik toko, kasir di tengah-tengah yang babak belur. Sekali lagi, kasir biasanya adalah anak-anak yang baru lulus SMA/SMK dan dari ékonomi menengah ke bawah. Anggap saja meréka adalah anak-anak kita sendiri.

Yang terakhir, bila anda khawatir uang kembalian itu disumbangkan ke tempat yang salah, lebih baik saat kasir bertanya, “Uang kembaliannya mau disumbangkan?”
Jawab saja, “Jangan disumbangkan. Buat kamu saja.” Atau bawalah uang récéhan Rp 100 dan Rp 200-an dari rumah sehingga tidak perlu ada uang yang menjadi permén atau dipermasalahkan ke mana larinya.
Solusi lainnya? Bayarlah dengan Kartu Debet atau Kartu Krédit.

Mawan A. Nugroho.

Catatan:
Saya bukan kasir, tidak mempunyai saudara yang bekerja di mini markét, dan tidak menjadi pewaralaba mini markét.

Sumber: Blog of Mawan A. Nugroho.

Klarifikasi

Foto-foto yang tercantum di website ini sebagian hanyalah berfungsi sebagai ilustrasi dan tidak ada hubungannya dengan berita yang dimuat. Bila anda keberatan terhadap suatu foto, silakan hubungi kami.
  • midah

    Setuju ka … biasa ny yg sering komplen masalah donasi tuh yg berduit banyak(kaya) ka … ketauan pelit ny

  • Maksudi Afandi

    ya begitulah manusia, uang receh di permasalahkan, tetapi uang ilang 50 atau 100 paling2 geleng2 kepala trus lupa.
    Tetapi pihak toko juga harus jeli, terutama kepala toko harus tau manajemen, jangn di bebankan kepada bawahannya.
    dan bawahannya juga jangan curang, jika merasa makan, minum ya bayar, ga berkah makan dan minum seperti itu walaupun gajinya besar ….

  • Noel Ahmad Nhoer

    Betul banget
    izin share yah min..

  • dian

    Makasih untuk kaka yg sudah share artikel ini .. karena saya sendiri adalah kasir salah satu minimarket .. dan saya mengakui kalau sering menombok tuk setiap diakhir shift ketika dijumlah kan, bahkan tak sedikit uang yg saya keluarkan untuk menombok .. terimakasih karena sudah menge-share artikel ini, semoga masyarakat tau dan dapat memperbaiki sikap mereka ..

  • muzdia

    Sebaiknya apa bila menawarkan sumbangan bilang contoh, ” kembali 200 rupiah nya mau di sumbangin ke program peduli….. ” pelan, sopan tapi pasti. saya juga pernah alami kok, tapi alhamdulillah lancar walaupun toko keadaan rame.

  • agung

    Ini artikel yang sangat bagus, semoga pihak terkait yang punya wewenang di usaha retail ini bisa tau adanya opini ini, dan ada solusi nantinya. Aku izin share admin,,

  • mita

    setuju banget sama artikel ini… pengalaman pribadi jadi kasir dulu… jadi sedih kalau di ingat… sekalian izin share ya…

  • fiki

    Tapi di sisi lain, bisa jd pd saat pergantian sift uang tersebut bisa disalah gunakan untuk individu (misal masuk kantong kasir sendiri) jk itu sampai terjadi malah dpt mengakibatkn efek ketagihan, untuk berbuat hal yg serupa, misal jual brg toko dgn cara manual… shingga uang tersebut disalah gunakan.. ini tanggapan saya, mhon evaluasi kmbli. Thxs

    • Hary

      bener

  • Chimi

    Setuju dg artikel ini,, walau ga punya pengalaman kasir tp gara2 heboh soal kembalian receh ya lbh baik belanjanya pake kartu debet aja yar ga ribet masalah kembalian..toh masyarakat kita jg bnyak koq yg punya akses belanja dg mnggunakan kartu… tp tetep sbg konsumen harus teliti jg saat terima struk pembayarannya biar ga kelolosan kalo ada kasir yg misal mau curangin saldo di kartu debet or kredit si konsumen.

  • Widji

    Trimakasih sebelumnya atas opini anda sungguh mulya hati anda.sebenarnya permasalahan ini tak akan menjadi besar jika saja masing” perusahaa mini market tidak mengaplikasikan sistem yg memancing konsumen untuk komplain.maklum persaingann retail hanya saja kenapa harus karyawanya.sendiri yg jadi plampiasan baik dari konsumen maupun atasan. Mungkin pemikiran saya tidak sampai jauh ke arah sana.namun menurut saya pribadi sangat di sayangkan kesejahtraan yg harusnya jadi hak utama pegawai tidak didahulukan melainkan mementingkan pamor perusahan retail tsb. pertanyaan saya langkah” apa yg sudah di lakukan perusahan untuk karyawanya selain sangsi.? Apakah kesejahtra karyawannya sudah di utamakan sedangkan NBH masi di tanggung karyawannya.. ? Smoga ini jadi acuan bagi kita smua sekali lagi saya bertrima kasih atas opini yg anda berikan..

  • Bembenx Savero

    Haru gw baca artikel’a n smoga ja org yg tdk tahu jd lebih memahami/mengerti..

  • jannah

    stuju bgt jd ingat pngalaman jd kasir.. rasanyaa klo kena mrah sm konsumen tuh rasanyaa kesel bgt jd menggerutu dlm hatii knpa mreka tdk mncoba membuat toko sndiri lalu mngganti smua hrga tpat waktu.. kirain gampang apa? terkadang kami hrus brusaha mlawan rasa cpek dan ngantuk krn hrus lmbur.. soal kmbalian uang receh yahhhh… mereka mngkin tdak tahu klo mncari uang recah sangat sulit.. untuk konsumen yg murah htii pastinya dia bsa mngerti tp konsumen lainnyaa mlah tdk trima alasan bhkan tdk sungkan untuk berbicara kasar pd kmi di dpan konsumen lain.. it wajar rasanyaa krna mreka tidak tau dan tdak peduli dngan minus yg hrus kmi byarkan tiap tutup shift… di ksempatan ini sy mau mnta maaf buat smua konsumen yg uang recehnyaa prn tdk kmbali dan trima ksih bnyak buat konsumenku yg dermawan yg tlah mngikhlaskan kmbaliannya untuk sdikit mngurangi minus… hahaaahh ijin share yah kk…

  • mamat rachmatullah

    semoga yang jadi kasir di berikan ke ikhlasan sehingga menjadi amal

  • mamat rachmatullah

    setuju

  • toyib nitinegoro

    good argument broo,,,siip kdg kita g tau konsumen srg memarah2in kasir pdhl dy cm bkrja profesional.ud sie tibang uang receh d permasalahkan kdg sy srg kasian sm org2 yg nunggu kembalian diminimarket toh hnya uang receh,agp ajah sedekah…pahalanya ngalirrrrrr

  • Fadill

    misi gan, ijin coret2 aja
    sebenernya kalo untuk sumbangan sih sy oke oke aja, karena sy juga suka lupa kalo dpt rejeki harusnya sedekah hehe
    cmn paling males dari kasir mini market itu kalo mereka lagi ngitung stock, biasanya pas tengah malem (maaf nih yah hehe) kenapa mereka engga stop dulu pembelanjaan/toko nya (biasanya mini market yg 24 jam)
    karena kalo sy minta struk pembelian suka beralasan lagi itung stock, kalau mau sy pun harus disuruh nunggu, mending kalo lagi santai, nah kalo lagi buru? kenapa ane mau banget pake struk? pertama, jelas itu prosedur yah, kedua ane kan kalo belanja di minimarket suka pake uang operasional, jelas butuh bukti pembelian, makanya ane butuh banget struk, biar laporan keuangan ane jelas. ketiga, bukan suudzon atau mikir jelek, cmn kan biasanya harga barang yg tertera suka berbeda kalo pas kita bawa ke kasir dan di hitung, nah takutnya kasirnya dengan seenaknya naekin harga suatu barang disaat pas lg itung stock dan gabisa ngeluarin struk (maaf lagi nih), maksudnya sih ane gamau juga itu kasir berbuat curang demi menutupi sesuatu yg mungkin bukan kesalahannya (maaf banget nih). ini ane berbicara sesuai pengalaman pribadi hehe. thanks gan

  • Eryl Gamez

    Kalau saya biasanya protes bukan karena sumbangan, tapi lebih ke kasir pura-pura tidak tahu ketika kembaliannya kurang (jadi benar-benar tanpa bilang apa-apa) atau bonus barang yang tidak diberikan. Contohnya aja seperti pembelian detergen yang seharusnya disertai bonus piring atau pecah belah lainnya. Atau ketika seharusnya dikembalikan Rp xx.300, yang dibayarkan hanya Rp xx.000 dan bila ditanyakan selalu dijawab dengan, “Oh ya, lupa.” tanpa bilang maaf sama sekali. Lebih sering terjadi di minimarket dekat kompleks perumahan yang berasumsi bahwa customer adalah orang-orang berkantung tebal dan tidak akan memperhatikan detil seperti itu. Kalau seperti itu apakah harus dimaklumi? Bayangkan Rp 300/orang, bila ada 50 pembelian hari itu, sudah berapa dia dapat?! Tapi ya, saya juga mendapati kasir yang cukup jujur di minimarket dekat rumah saya yang memang bukan daerah kompleks elit. Kasir yang sopan dan jujur, saya tidak pernah protes sama sekali tuh. 🙂

  • Sherly Pannaadhy

    hampir sebagian besar pesan positif dari perspektif penulis artikel ini, saya setuju. TerKECUALI fakta yang umunya terjadi yang justru menjadi penyebab para customer geram adalah kadang kala sang kasir tidak mengkonfirmasi terlebih dahulu ats kesediaan para customer dlm menyisihkan uang kembalian receh tsb u/ menjadi donasi dan itu saya rasa erat kaitannya dengan etika bekerja DAN jikalau anda menyarankan menggunakan kartu Debit / Kredit, saya menilai menggunakan kartu Debit / Kredit pun disisi lain (biasanya) membuat waktu transaksi lebih lama (Dibaca: efisiensi waktu) entah itu kadang karena gangguan jaringan sistem / dll yang mana efek kelanjutannya adalah memperlambat laju antrian. COMMUNICATION IS EVERYTHING

  • Pandu Wicaksana

    Kalau ditanya kembalian boleh disumbangin atau enggak, biasanya saya bolehin aja daripada ribet bawa-bawa recehan :p

    Btw, ide penulis bayar pakai debet / kartu kredit kayaknya menarik juga. Pengen deh bantu nyebarin ke mereka yg suka marahin kasir…

  • azzy

    anggap amal aja, amal untuk sesama manusia. walaupun jatuh ke tangan yang salah, yang penting niatnya untuk membantu sesama manusia.intinya pahala dan dosa pasti akan ada effectnya. dan yang harus diingat, pemikiran manusia tuh beda-beda. gak selamanya yang baik selalu berbuat baik, begitupun sebaliknya. pikir positifnya aja,,

  • Hary

    bukanya kita pelit atau itung2an,tp sbgai cutomer yg bner kita jga harus tau kmna uang yg kita sumbangkan itu mengalir kalo emang di tempat yg benar insyaalah lebih dari itu pun kita ikhlas.intinya jangan sampai customer tu merasa tertipu.kalaupun masalh nombok itu kan d sebabkan kesalahan dari karyawan,berarti kinerjanya harus lebih teliti dan hati-hati.sebelum kerja pasti mreka jga udah d kasih tau kok kalau resikonya memang begitu..kita juga ga bisa jamin kalau karyawan mini market smuanya sama yg d ceritakan di atas.banyak karyawan yang nakal yg pinter manipulasi.ya kita cuma waspada aja .
    makasih.

  • Gardu Ronda

    contoh kasir dimarahi konsumen.
    sumber: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10206513102459083&set=pb.1615986719.-2207520000.1438539454.&type=3&theater

    Kembali lagi terjadi penipuan kepada konsumen yg dilakukan oleh minimarket, baru saja terjadi kepada saya ketika berbelanja di Alfamart. Ini bukan masalah uang tetapi tentang kejujuran dan kepatutan. Menggunakan dalih donasi banyak konsumen ditipu. Bisa dilihat dri struk belanja yg aneh diinput oleh si kasir.

    Berikut ini pembicaraan saya (S) dengan kasir (K).
    Setelah si kasir entry semua belanjaan saya,
    K: “total semua adlh rp 72.700”.
    Lalu sy berikan 1 lembar uang rp 100.000.
    K: “apakah bapak mau rp 300 didonasikan?”
    S: “oke”.
    Kemudian sy terima kembalian rp 27.000. Dan cek struk.
    S: “di mana tercantum rp 300 donasi sy?”.
    K: “maaf pak sy salah”.
    S: “tadi saya berikan uang rp 100.000, tapi tdk tercantum di struk sehingga uang kembaliannya rp 0?”
    K: “maaf pak saya sudah entry duluan di system jadi tdk muncul”.
    S: “seharusnya semua masuk ke system apalagi ada donasi yg diambil dari konsumen, kalau tdk ada di system berarti kasir sdh memanipulasi”.
    K: “kalau begitu saya kembalikan rp 500 ya pak?”
    S: “apakah mbak mau menyuap saya? Ini bukan masalah nilai uang tapi kejujuran kepada konsumen dan juga perusahaan alfamart.”
    K: terdiam.

    Apakah PT Alfamart tahu tentang hal ini?
    Ataukah memang ada kesengajaan di system?
    Sudah berapa banyak uang konsumen yang diambil dengan dalih donasi?

    Tolong dishare agar konsumen bisa lebih berhati2.

    • andisa longi

      Saya rasa banyak klau tdak tdak hampir di semua mini market ada fenomena tntg uang receh kmblian yg tdk jels model dn prosedurnra. Sy ingin berbgi jg pngalaman sy dgn kasus uang kembalian begitu. Saat sya membayar d kasir tanpa bahasa mnta maaf atau basa basi, kasir menyerahn struk dengan kembalian beberapa ribu ditambah dua permen. Sya terdiam sesaat mncari kta yg tepat utk menanggapi hal ini. Mau ribut saya juga malu. Tapi sya cukup tersinggung diperlakukan begitu tanpa perminntaan maaf mereka, atau basa basi misalnya, maaf ndak ada uang receh, atau menawarkn; kembalian recehnya diganti permen saja yah?. Setelh mngntongi truk dan kmbalian permen tadi sya langsung blnja lagi yang lain dgn total Rp.20.500 .saya membayar dengan uang lembaran Rp.20.000 ditambah dua permen yang saya terima tdi tapi ditolak. Di situ saya emosi. Saya katakan: Anda kasih kembalian saya berupa permen ini,bisa.tapi kenapa saya beli pake permen anda jadi tdk bisa. Kalau anda katakan tdk ada uang kecil saya juga katakan saya tdk punya uang kecil, jdi dibayar pakai permen saja. Hikmah dari kasus ini adalah: pengusaha minimarket harus membuat deal khusus dengn bank utk mendapatan jaminan ketersediaan uang receh.ini semua dalam rangka mnjga citra perusahaan di mata publik, jgn sampai tercoreng krna ksus uang receh. (. Hal lebih fatal juga terjadi diberbagai apotik. Kembalian nominal dibawah Rp.5000 sring diganti sepihak dengan Vicee. dan saya tdk dapat menggunakn Vicee itu untk blanja obat lain di Apotik yang sama). Semoga menjadi renungan bgi pengusaha apotik dan minimarket.

  • Feri

    Pada gembel aja itu pelanggan gue kerja di c4.. Gue gak pernah ngasih kembalian kurang ke pelanggan… Totalnya 15700 aja gue cuma mintain 15 rb aja… Gue nombok gpp yg penting gue gak stresr

  • Wieta

    Terima kasih atas artikel nya, saya sangat terharu atas kepeduliannya terhadap kasir minimarket, yg memahami pekerjaan retail
    karena saya kasir yg masih aktif bekerja di salah satu minimarket
    Agar banyak org diluar sana tidak terus menilai negatif pendonasian yg dilakukan disistem kasir, yg katanya masuk ke kantong kasir dll
    izinkan saya share artikel ini agar lebih banyak orang yg memahami

  • Sick

    Yah gitu deh, makanya dalam setiap toko minimarket bisa ganti-ganti terus yang kerja nya. Karna itu gaada yang kuat … dan di PT. Minimarkt sendiri selalu ngadain test yg langsung intervw guna nya itu, memperbaharui tenaga kerja yg udah resign … mereka gapeduli dengan karyawan iming2 BPJS, UMR, dll gabakalan menarik lagi setelah tau kerjanya seperti ini loh begitu loh (pasti kaget) … meski gaji UMR sih saya rasa tidak cukup pula dengan apa yg harus nya mereka (pekerja) dapatkan … karena istilah di sini gaada lembur kalau tidak pakai SPL (Surat Pernyataan Lembur) jadi jangan harap untuk setiap jam kerja yang berlebih itu tidak di berlakukan lembur (biasanya toko ramai) .. itu loyalitas, kecuali yg saya bilang SPL yg di ajukan oleh kepala toko … jangan salah, karyawan minimarkt terkadang selalu menghadapi kesulitan2 di lapangan. Kasir itu salah satunya dalam sehari minus bisa mencapai 100rb itu saat sedang sial … paling kecil 7rb untuk toko yg ramai saja, untuk pramu deperti barang yang datang mendisplay, memversihkan ruangan belanja, mendisplay barang agar tidak kosong mengupdate harga lorong perlorong, di samping itu sembari memastikan keamanan barang, dan melayani konsumen dengan maksimal … ini gak bakalan mudah kalau gak ada sistem kerja yang bener2 ideal … itu hanya sekelumit kisah, mirip orang pinggiran.

Blog nirlaba ini diberdayakan oléh idCloudHost, server berbasis SSD Linux performa tinggi | Testimonial | Hubungi Kami