//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

Jagawana.com

This is how blogs should be.

Polisi Menemukan 360 Kg Sabu Senilai Rp 600 Miliar Yang Cukup Untuk 1,8 Juta Orang

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mendatangi Polda Metro Jaya, Rabu (15/7) pagi.  Adapun tujuan kedatangan orang nomor satu di kepolisian itu untuk memantau kasus 360 kilogram sabu sitaan yang dibongkar Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.

Kepada wartawan, ‎Badrodin mengatakan bahwa kasus ini melibatkan sindikat internasional. Dalam mengungkapnya, Polri bekerjasama dengan kepolisian Hong Kong.

Dua orang diamankan aparat kepolisian di wilayah Pluit, Jakarta Utara, Jumat (10/7).

Mereka adalah CT, 39, yang merupakan warga negara asing asal Hongkong dan MW, 34, warga negara Indonesia. CT diduga merupakan bandar asal Hong Kong, sedangkan MW adalah kurir yang dipekerjakan CT.

‎CT ditangkap saat akan melakukan transaksi di Ruko Bisnis Park, Jakarta Utara. “‎(Dalam penangkapan itu) kami menyita 10 kilogram sabu,” kata Badrodin di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (15/7).

Beberapa saat setelah menangkap CT, polisi menangkap MW di hari sama.

Tim yang dipimpin Subdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kompol Alamsyah Pelupessy itu langsung melakukan pengembangan. Dari hasil pemeriksaan keduanya, polisi akhirnya mengetahui CT mempunyai sebuah apartemen di CBD Pluit.

Korps baju cokelat pun meluncur apartemen tempat tingga CT untuk mencari barang bukti yang dicurigai ada di sana. Ternyata di dalam rumah tak ada sabu-sabu. Tapi polisi tak menyerah dan target penggeledahan selanjutnya adalah mobil milik CT yang terparkir di basement Apartemen.

Hasilnya mengejutkan, di bagasi mobil  Grand Livina dengan plat nomor B 7434 HI itu ‎polisi menemukan 360 kilogram sabu-sabu. “Kalau kita nominalkan nilainya diperkirakan sebesar Rp 600 miliar,” ungkap Badrodin.

Personel kepolisian akan terus menggencarkan pemberantasan narkoba di Indonesia. Sebab, kata Kapolri, sejauh ini kepolisian paling banyak hanya menyita 10 persen narkoba dari  beredar.

Hal itu disampaikan Kapolri saat menilik langsung tangkapan besar Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Rabu (15/7).  Anak buah Badrodin itu berhasil menyita 360 kilogram narkoba jenis sabu dari seorang tersangka asal Hong Kong berinisial CT.

“Saya katakan ini kan sebagian kecil. Yang kami sita paling banter 10 persen dari yang beredar,” kata Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti di Mapolda Metro Jaya, ‎Jakarta, Rabu (15/7).

Badrodin menyatakan, untuk mengatasi persoalan narkoba tidak hanya mengandalkan aparat kepolisian. ‎Namun, perlu kerjasama dengan pihak lain.

“Kita tidak hanya bisa mengandalkan aparat kepolisian atau BNN termasuk nelayan dan petugas bandara. Ini memerlukan kepedulian kita semua,” ucap mantan Kapolda Banten ini.

‎Badrodin menjelaskan, kepolisian akan terus mengungkap jaringan mafia narkoba. Untuk itu, kepolisian akan bekerjasama dengan aparat penegak hukum dari negara-negara lain‎ seperti Tiongkok, Hongkong, dan Thailand. “Ungkap jaringan-jaringan yang lebih besar,” tandasnya.

KAPOLRI langsung datang ke Polda Metro Jaya Rabu pagi (15/7) untuk melihat tangakapan besar hasil kerja keras anak buahnya. Tak main-main tim Subdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya yang dipimpin Kompol Alamsyah Pelupessy berhasil mengungkap 360 sabu-sabu dari jaringan internasional.

Ya, Jumat (10/7) polisi membekuk dua orang berinisial CT dan MW. CT adalah warga negera Hong Kong yang ditangkap di Ruko Bisnis Park, Jakarta Utara saat hendak melakukan transaksi. Saat penangkapan polisi menemukan 10 kg sabu.

Sedangkan MW adalah WNI yang diduga kurir CT.

Setelah dikembangan, polisi mendapat hasil yang luar biasa. Korps baju cokelat menemukan 360 kg sabu di dalam bagasi mobil Grand Livina B 7434 HI milik CT yang terparkir di apartemen tempat dia tinggal. Ya, CT tinggal di sebuah apartemen di kawasan CBD Pluit.

“Sabu seberat ini kalau kita nominalkan nilainya diperkirakan sebesar Rp 600 miliar,” ungkap Kapolri Badrodin.

Bahkan saking banyaknya dia mengatakan bahwa sabu sebanyak ini bisa dipakai jutaan orang. “Bayangkan ini bisa dikonsumsi 1,8 juta jiwa. Ngeri kan!” tambah mantan Wakapolri itu.

Sumber: JPNN [1] [2] [3]

Klarifikasi

Foto-foto yang tercantum di website ini sebagian hanyalah berfungsi sebagai ilustrasi dan tidak ada hubungannya dengan berita yang dimuat. Bila anda keberatan terhadap suatu foto, silakan hubungi kami.
Blog nirlaba ini diberdayakan oléh idCloudHost, server berbasis SSD Linux performa tinggi | Testimonial | Hubungi Kami