//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

Jagawana.com

This is how blogs should be.

Kerusuhan Tolikara Dipicu Surat Edaran, Bukan Speaker Masjid

Kapolda Papua Yotje Mende mengaku sudah mengunjungi Kabupaten Tolikara dan melakukan rapat bersama Pangdam Cenderawasih, bupati Tolikara, Kapolres Tolikara, pimpinan GIDI, serta pimpinan tokoh agama untuk memaparkan situasi tentang penyerangan terhadap ummat Islam yang sedang melakukan sholat Idul Fitri yang menyebabkan 38 rumah, 63 kios, dan sebuah masjid terbakar. Dari rapat koordinasi itu, Presiden GIDI Pendeta (Pdt) Dorman Wanimbo mengungkapkan bahwa masalah tersebut diawali adanya surat edaran yang ditandatangani Pdt Nayus Wenda dan Pdt Marthen Jingga yang melarang salat Idul Fitri dengan alasan adanya peraturan bupati.

Namun, saat dikonfirmasi, bupati Tolikara dan presiden GIDI membantahnya dan menegaskan tidak pernah ada seruan dan merekomendasikan seruan seperti itu. ”Jadi, peredaran surat itu atas inisiatif yang bersangkutan sendiri. Pemerintah tidak pernah melarang umat agama lain melakukan ibadah sesuai dengan ajaran agamanya. Ini yang sedang kami selidiki,” ungkapnya.

Yotje menyayangkan seruan ilegal itu justru beredar dalam kongres dan kebaktian kebangunan rohani (KKR) GIDI internasional yang kebetulan sedang berlangsung di Tolikara sejak 16 Juni 2015. Akibatnya, peserta kongres yang sebagian besar kaum pemuda salah tafsir terhadap masalah tersebut.

Ujungnya, pada saat pelaksanaan salat Id, tepatnya pada takbir ketujuh, ada pelemparan dari kelompok yang sedang melaksanakan seminar yang berjarak sekitar 100 meter dari tempat salat Id di depan markas koramil. ”Saat mendengar suara takbir dari speaker, secara spontan mereka melakukan pelemparan,” sebut Yotje.

Kebetulan, Kapolres Tolikara yang sedang bertugas langsung menenangkan massa yang semakin banyak karena pelaksanaan KKR yang pesertanya dari seluruh Indonesia. ”Dari pelemparan tidak ada korban karena kaum muslim berlari menyelamatkan diri ke belakang koramil dan masa berhadapan dengan aparat keamanan yang pada saat itu mengeluarkan tembakan peringatan,” tambahnya.

Dari tembakan peringatan itu, ternyata ada korban, yakni 11 orang terkena tembakan yang mengakibatkan 1 tewas dan 10 orang lainnya mengalami luka-luka. Dengan jatuhnya korban, massa semakin beringas sehingga membakar satu unit kios dan merembet ke puluhan bangunan lain, termasuk sebuah masjid.

Dirangkum dari Jawapos dan Piyungan Online.

Klarifikasi

Foto-foto yang tercantum di website ini sebagian hanyalah berfungsi sebagai ilustrasi dan tidak ada hubungannya dengan berita yang dimuat. Bila anda keberatan terhadap suatu foto, silakan hubungi kami.
Blog nirlaba ini diberdayakan oléh idCloudHost, server berbasis SSD Linux performa tinggi | Testimonial | Hubungi Kami